Tampilkan postingan dengan label bebas itu sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bebas itu sehat. Tampilkan semua postingan

sepotong cerita tentang anisa dan ayuk gundul

Jumat, 06 April 2012 - dibuang ke tong sampah pada 3:39:00 AM
sepotong cerita di sepotong kos putri di perumda tembalang baru yang sepi krik krik krik pada hari jumat tanggal enam bulan april tahun dua ribu dua belas.
suasana kos sunyi sepi senyap, tiba-tiba terdengar bunyi jejak kaki kecil.
mencekam?
tidak....
hanya seorang ayuk gundul yang tiba-tiba nongol. (ayuk gundul adalah anak perempunan dari seorang ibuk atik dan dia gundul) dan (ibuk atik adalah seorang ibu yang diberi mandat untuk menjaga kos).
daaaaaaaaann..pertikaian pun terjadi..

anisa : heh ayuk, ngapain naik ke atas? (re:lantai dua)
ayuk : (buang muka, menyilangkan tangan)
(anisa adalah salah satu penghuni kos yang memiki obsesi menjadi gembel sejati dan ngefans berat sama vidi aldiano)
anisa : turun sana nanti kamu jatuh
ayuk : (buang muka lagi)
anisa : ish ayuk, kok celananya kedodoran
akhirnyaaaa, nisa menyerah dan masuk ke kamar (saya mengikuti jejaknya) ayuk gundul ikut-ikutan.
ayuk : mbaaaaak nicaaaaaaaaaaaaa..mbaaaaaaaaaak nicaaaaaaaaaaa.. (kemudian menyanyikan lagu iwak peyek) <---- yang ini bohong tapi..
pada akhirnya putri hidup bahagia bersama pangeran.. #loh?
maksudnya, dan pada akhirnya ayuk gundul lenyap..sekian dan tamat



antara aku dan sandal jepit

Senin, 23 Mei 2011 - dibuang ke tong sampah pada 8:15:00 AM
di suatu hari, mama bertanya; ''galuh kok pake sandal jepit?''. aku tersenyum, tipis, nyaris tidak terlihat. dan aku balik bertanya ''apakah ada yang salah dengan sandal jepit?''
hari ini, ada yang bertanya; ''galuh kok pake sandal jepit?''. aku tersenyum, tipis, nyaris tidak terlihat. dan aku tidak balik bertanya, hanya bergumam; ''apakah ada yang salah dengan sandal jepit?''.
beberapa saat kemudian penanya tersebut berkata; ''lain kali kalau ketemu orang tuaku jangan pake sandal jepit lagi''. dan aku tersenyum, pahit, menahan marah. bukan, bukan marah, hanya sekedar bertanya-tanya; ''apakah ada yang salah dengan sandal jepit?''
sebuah filosofi aneh antara aku dan sandal jepit.
''saat aku memakai sandal jepit, saat itulah aku menikmati kebebasanku, saat itulah aku menikmati 'liburanku'. ketika ada orang yang mempertanyakan atau lebih parahnya melarang aku memakai sandal jepit, saat itulah kemerdekaanku dirampas''
siapapun akan bereaksi ketika ada aksi. siapapun akan tidak nyaman ketika ada yang mengusik kebebasannya. apakah salah kalau aku memakai sandal jepit? apakah aku akan dianggap tidak sopan ketika aku bersendal jepit?
tidak ada maksud untuk menampilkan kesan buruk, sekali lagi aku hanya ingin menikmati kebebasanku, bebas dari formalitas dan aturan. itu saja.